MODEL MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF
Oleh
: I Ketut Andika Pradnyana
Pembelajaran
inovatif adalah pembelajaran yang lebih bersifat student centered. Artinya,
pembelajaran yang lebih memberikan peluang kepada siswa untuk mengkonstruksi
pengetahuan secara mandiri (self directed)
dan dimediasi oleh teman sebaya (peer
mediated instruction). Pembelajaran inovatif mendasarkan diri pada
paradigma konstruktivistik. Pembelajaran inovatif biasanya berlandaskan
paradigma konstruktivistik membantu siswa untuk menginternalisasi, membentuk
kembali, atau mentransformasi informasi baru
1.
Model
Model Pembelajaran Inovatif
Ø Lesson
Study
Ø Examples
Non Examples
Ø Picture
and Picture
Ø Numbered
Heads Together
Ø Cooperative
Script
Ø Pembelajaran
Berdasarkan Masalah
Ø Explicit
Instruction (Pengajaran Langsung)
Ø Mind
Mapping
Ø Student
Teams – Achievement Divisions (STAD)
Ø Metode
Diskusi
Ø Metode
Jigsaw
Ø Metode
Inquiri
Ø Metode
Pemecahan Masalah (Problem Solving)
2.
Langkah
– langkah model pembelajaran Picture and
Picture
Model picture and
picture adalah pembelajaran yang memakai media gambar sebagai sarana untuk
aktivitas belajar dengan cara mengurutkan dan memasangkan gambar sesuai dengan
rangkaian yang logis. Media gambar merupakan unsur paling mendasar pada
aktivitas pembelajaran ini. Model pembelajaran picture and picture mempunyai
karakter berupa kreatif, aktif, mengasyikan dan inspiratif.
Sumber : Tripven.com
Ketika melaksanakan
model pembelajaran picture and picture, guru diharuskan untuk memperhatikan
langkah-langkahnya dengan konsisten, berikut merupakan langkah-langkahnya;
a)
Pengutaraan
Kompetensi
Pertama-tama guru akan mengutarakan
kompetensi dasar dari mata pelajaran yang dimaksud. Ini berguna untuk
menghitung seberapa mampu siswa dalam mempersiapkan mata pelajaran yang
ditempuh. Selain itu guru juga mengutarakan parameter kompetensi yang harus
dikuasai oleh siswa dan cara memperolehnya.
b)
Pengutaraan
Materi
Pada bagian presentasi materi ini,
guru sudah membuat rancangan pembelajaran awal. Salah satu kesuksesan dalam
pembelajaran terdapat pada bagian ini. Maka dari itu guru dituntut untuk
memberikan arahan yang jelas dan memotivasi siswa agar tetap fokus dalam setiap
proses pembelajaran.
c)
Presentasi
Gambar
Pada proses ini, guru
mempertontonkan gambar dan mendorong siswa untuk proaktif dalam aktivitas
pembelajaran dengan memperhatikan gambar yang dipresentasikan. Kegunaan dari
presentasi gambar ini adalah guru bisa leluasa untuk menilai perilaku dan
reaksi siswa dan siswa juga dapat mengerti pelajaran dengan lebih gampang. Untuk
langkah berikutnya, guru bisa menciptakan gambar baru atau bisa menggunakan
pesan demonstrasi multimedia seperti video agar suasana belajar akan semakin
hidup.
d)
Pencantuman
Gambar
Bagian ini, guru memilih siswa
dengan acak untuk silih berganti dalam mencantumkan gambar secara urut dan
memiliki logika yang benar. Guru dituntut untuk kreatif dalam melakukan
pemilihan agar siswa tetap rileks dan tidak tertekan ketika dipilih. Cara yang
efektif agar siswa terhindar dari tekanan adalah dengan sistem undian.
e)
Eksplorasi
Bagian ini guru menanyakan alasan
siswa dalam susunan gambar yang telah dibuat oleh mereka. Sesudah itu,
pembelajar dapat diminta untuk mencari tahu latar dari skenario, rumus dan
konsep cerita tentang parameter yang bisa diperoleh pada kompetensi dasar. Guru
dapat membentuk grup agar diskusi bisa lebih menarik ketika membahas kompetensi
dasar.
f)
Penjelasan
Kompetensi
Berlandaskan data presentasi pada
susunan gambar, guru dapat mengungkapkan lebih jauh tentang standar kompetensi
yang harus diraih. Pada metode ini, guru akan menyampaikan hal penting yang
harus diraih pada mata pelajaran tersebut. Guru juga bisa melakukan repetisi
bahan materi dengan cara membuat gambar dan menulis. Agar siswa lebih paham
tentang parameter kompetensi tersebut.
g)
Akhir
Pada bagian penutup, siswa dan guru
akan berkontemplasi tentang materi yang telah diraih dan dilaksanakan. Ini
berguna untuk siswa agar lebih solid dalam pemahaman tentang materi dan
kompetensi yang harus diraih.
3.
Kelebihan
dan Kekurangan Model Pembelajaran Picture
And Picture
Sudah menjadi barang
umum bahwa setiap sistem atau model, metode pasti ada kekurangan dan
kelebihannya, berikut adalah kelebihan dan kekurangan model pembelajaran
picture and picture:
a) Kelebihan
Picture and Picture
1. Bahan
materi yang akan disampaikan akan lebih efektif, sebab guru akan mengutarakan
kompetensi dan materi yang harus diperoleh siswa pada pembukaan pembelajaran.
2. Dengan
gambar yang menarik tentang materi yang disuguhkan, siswa akan cepat memahami
materi.
3. Dalam
model pembelajaran picture and picture ini siswa akan dituntut untuk berpikir
secara analitik tentang gambar sehingga membuat daya pikir logis siswa akan
berkembang.
4. Bisa
membuat rasa tanggung jawab siswa berkembang karena guru akan bereaksi tentang
logika yang dipakai siswa dalam menyusun gambar yang telah dibuat.
5. Proses
belajar akan semakin menyenangkan, ini karena siswa bisa melihat gambar secara
langsung.
b) Kekurangan
1. Sedikitnya
sumber gambar berkualitas untuk digunakan sebagai materi bahan ajar siswa.
2. Sumber
gambar sangat sedikit, apalagi gambar yang berkaitan untuk menggenjot daya
analisis siswa.
3. Sekolah
atau kementrian pendidikan tidak mengakomodasi kebutuhan gambar-gambar yang
bagus untuk model pembelajaran picture and picture
4. Siswa
dan guru masih sedikit pengalaman dalam memakai metode pembelajaran bergambar
ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar