Selasa, 21 April 2020

MODEL MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF


MODEL MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF

Oleh : I Ketut Andika Pradnyana

Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang lebih bersifat student centered. Artinya, pembelajaran yang lebih memberikan peluang kepada siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan secara mandiri (self directed) dan dimediasi oleh teman sebaya (peer mediated instruction). Pembelajaran inovatif mendasarkan diri pada paradigma konstruktivistik. Pembelajaran inovatif biasanya berlandaskan paradigma konstruktivistik membantu siswa untuk menginternalisasi, membentuk kembali, atau mentransformasi informasi baru

1.      Model Model Pembelajaran Inovatif
Ø  Lesson Study
Ø  Examples Non Examples
Ø  Picture and Picture
Ø  Numbered Heads Together
Ø  Cooperative Script
Ø  Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Ø  Explicit Instruction (Pengajaran Langsung)
Ø  Mind Mapping
Ø  Student Teams – Achievement Divisions (STAD)
Ø  Metode Diskusi
Ø  Metode Jigsaw
Ø  Metode Inquiri
Ø  Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving)

2.      Langkah – langkah model pembelajaran Picture and Picture
Model picture and picture adalah pembelajaran yang memakai media gambar sebagai sarana untuk aktivitas belajar dengan cara mengurutkan dan memasangkan gambar sesuai dengan rangkaian yang logis. Media gambar merupakan unsur paling mendasar pada aktivitas pembelajaran ini. Model pembelajaran picture and picture mempunyai karakter berupa kreatif, aktif, mengasyikan dan inspiratif.  
                                                      Sumber : Tripven.com

Ketika melaksanakan model pembelajaran picture and picture, guru diharuskan untuk memperhatikan langkah-langkahnya dengan konsisten, berikut merupakan langkah-langkahnya;
a)      Pengutaraan Kompetensi
Pertama-tama guru akan mengutarakan kompetensi dasar dari mata pelajaran yang dimaksud. Ini berguna untuk menghitung seberapa mampu siswa dalam mempersiapkan mata pelajaran yang ditempuh. Selain itu guru juga mengutarakan parameter kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa dan cara memperolehnya.
b)     Pengutaraan Materi
Pada bagian presentasi materi ini, guru sudah membuat rancangan pembelajaran awal. Salah satu kesuksesan dalam pembelajaran terdapat pada bagian ini. Maka dari itu guru dituntut untuk memberikan arahan yang jelas dan memotivasi siswa agar tetap fokus dalam setiap proses pembelajaran.
c)      Presentasi Gambar
Pada proses ini, guru mempertontonkan gambar dan mendorong siswa untuk proaktif dalam aktivitas pembelajaran dengan memperhatikan gambar yang dipresentasikan. Kegunaan dari presentasi gambar ini adalah guru bisa leluasa untuk menilai perilaku dan reaksi siswa dan siswa juga dapat mengerti pelajaran dengan lebih gampang. Untuk langkah berikutnya, guru bisa menciptakan gambar baru atau bisa menggunakan pesan demonstrasi multimedia seperti video agar suasana belajar akan semakin hidup.
d)     Pencantuman Gambar
Bagian ini, guru memilih siswa dengan acak untuk silih berganti dalam mencantumkan gambar secara urut dan memiliki logika yang benar. Guru dituntut untuk kreatif dalam melakukan pemilihan agar siswa tetap rileks dan tidak tertekan ketika dipilih. Cara yang efektif agar siswa terhindar dari tekanan adalah dengan sistem undian.
e)      Eksplorasi
Bagian ini guru menanyakan alasan siswa dalam susunan gambar yang telah dibuat oleh mereka. Sesudah itu, pembelajar dapat diminta untuk mencari tahu latar dari skenario, rumus dan konsep cerita tentang parameter yang bisa diperoleh pada kompetensi dasar. Guru dapat membentuk grup agar diskusi bisa lebih menarik ketika membahas kompetensi dasar.
f)       Penjelasan Kompetensi
Berlandaskan data presentasi pada susunan gambar, guru dapat mengungkapkan lebih jauh tentang standar kompetensi yang harus diraih. Pada metode ini, guru akan menyampaikan hal penting yang harus diraih pada mata pelajaran tersebut. Guru juga bisa melakukan repetisi bahan materi dengan cara membuat gambar dan menulis. Agar siswa lebih paham tentang parameter kompetensi tersebut.
g)      Akhir
Pada bagian penutup, siswa dan guru akan berkontemplasi tentang materi yang telah diraih dan dilaksanakan. Ini berguna untuk siswa agar lebih solid dalam pemahaman tentang materi dan kompetensi yang harus diraih.

3.      Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Picture And Picture
Sudah menjadi barang umum bahwa setiap sistem atau model, metode pasti ada kekurangan dan kelebihannya, berikut adalah kelebihan dan kekurangan model pembelajaran picture and picture:
a)      Kelebihan Picture and Picture
1.      Bahan materi yang akan disampaikan akan lebih efektif, sebab guru akan mengutarakan kompetensi dan materi yang harus diperoleh siswa pada pembukaan pembelajaran.
2.      Dengan gambar yang menarik tentang materi yang disuguhkan, siswa akan cepat memahami materi.
3.      Dalam model pembelajaran picture and picture ini siswa akan dituntut untuk berpikir secara analitik tentang gambar sehingga membuat daya pikir logis siswa akan berkembang.
4.      Bisa membuat rasa tanggung jawab siswa berkembang karena guru akan bereaksi tentang logika yang dipakai siswa dalam menyusun gambar yang telah dibuat.
5.      Proses belajar akan semakin menyenangkan, ini karena siswa bisa melihat gambar secara langsung.

b)     Kekurangan
1.      Sedikitnya sumber gambar berkualitas untuk digunakan sebagai materi bahan ajar siswa.
2.      Sumber gambar sangat sedikit, apalagi gambar yang berkaitan untuk menggenjot daya analisis siswa.
3.      Sekolah atau kementrian pendidikan tidak mengakomodasi kebutuhan gambar-gambar yang bagus untuk model pembelajaran picture and picture
4.      Siswa dan guru masih sedikit pengalaman dalam memakai metode pembelajaran bergambar ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengajar Mahasiswa S1 Kebidanan

I explain about website and the use of website as personal branding doc. Andika Pradnyana (2025)