1. PENGARUH SUKU BANGSA DAN RAS TERHADAP PENGALAMAN SEKOLAH SISWA
Siswa yang merupakan anggota kelompok yang kurang terwakili tertentu yang ditentukan sendiri oleh ras, agama, suku bangsa, sejarah, bahasa, dan budaya, seperti keturunan Aferika, Pribumi dan Latin cenderung mempunyai nilai yang lebih rendah dari pada nilai keturunan eropa dan Asia dalam ujian pencapaian akademis yang terstandarisasi. Nilai yang rendah tersebut berkoreasi dengan status sosioekonomi yang lebih rendah dan sebagai mencerminkan warisan diskerimasi terhadap kelompok yang kurang mewakili dan kemiskinan yang diakibatkan. Desegregasi sekolah yang lama dimaksudkan sebagai jalan keluar dari ketimpangan pendidikan akibat ras dan kelas sosial telah memberikan manfaat yang campur-baur. Masalah yang terus berlanjut meliputi penyedian keadilan dan peluang yang setara pembinaan keharmonisan ras dan pencegahan segregasi.
Siswa yang merupakan anggota kelompok yang kurang terwakili tertentu yang ditentukan sendiri oleh ras, agama, suku bangsa, sejarah, bahasa, dan budaya, seperti keturunan Aferika, Pribumi dan Latin cenderung mempunyai nilai yang lebih rendah dari pada nilai keturunan eropa dan Asia dalam ujian pencapaian akademis yang terstandarisasi. Nilai yang rendah tersebut berkoreasi dengan status sosioekonomi yang lebih rendah dan sebagai mencerminkan warisan diskerimasi terhadap kelompok yang kurang mewakili dan kemiskinan yang diakibatkan. Desegregasi sekolah yang lama dimaksudkan sebagai jalan keluar dari ketimpangan pendidikan akibat ras dan kelas sosial telah memberikan manfaat yang campur-baur. Masalah yang terus berlanjut meliputi penyedian keadilan dan peluang yang setara pembinaan keharmonisan ras dan pencegahan segregasi.
Komposisi Ras dan Etis Amerika Serikat
Orang-orang yang membentuk Amerika Serikat selalu berasal dari banyak latar belakang etnis, tetapi setiap tahun jumlah warga non-kulit putih dan latiin meningkat. Tabel 4.3 memperlihatkan proyeksi biro sensus A.S tentang persentase populasi A.S menurut suku bangsa. Perhatikanlah bahwa jumlah kulit putih non-latin diperkirakan akan terus menurun hingga tahun 1970 sebanyak 83,3 persen dari seluruh warga Amerika masuk ke dalam kategori ini. Sebaliknya jumlah keturunan latin dan Asia telah tumbuh besar-besaran sejak 1990 dan diperkirakan akan terus tumbuh dengan tingkat yang bahkan lebih cepat lagi dari tahun 2000 hingga 2001. Pada tahun 2001 biro sensus A.S mengumukan bahwa keturunan latin telah menyusul keturunan Aferika sebagai kelompok minoritas terbesar. Kecenderungan ini yang terjadi akibat pola imigrasi dan perbedaan tingkat kelahiran mempunyai implikasi yang sangatt besar bagi pendidikan A.S. bangsa Amerika menjadi jauh lebih beragam suku bangsanya ( Lapkoff dan Li, 2007 ).
Orang-orang yang membentuk Amerika Serikat selalu berasal dari banyak latar belakang etnis, tetapi setiap tahun jumlah warga non-kulit putih dan latiin meningkat. Tabel 4.3 memperlihatkan proyeksi biro sensus A.S tentang persentase populasi A.S menurut suku bangsa. Perhatikanlah bahwa jumlah kulit putih non-latin diperkirakan akan terus menurun hingga tahun 1970 sebanyak 83,3 persen dari seluruh warga Amerika masuk ke dalam kategori ini. Sebaliknya jumlah keturunan latin dan Asia telah tumbuh besar-besaran sejak 1990 dan diperkirakan akan terus tumbuh dengan tingkat yang bahkan lebih cepat lagi dari tahun 2000 hingga 2001. Pada tahun 2001 biro sensus A.S mengumukan bahwa keturunan latin telah menyusul keturunan Aferika sebagai kelompok minoritas terbesar. Kecenderungan ini yang terjadi akibat pola imigrasi dan perbedaan tingkat kelahiran mempunyai implikasi yang sangatt besar bagi pendidikan A.S. bangsa Amerika menjadi jauh lebih beragam suku bangsanya ( Lapkoff dan Li, 2007 ).
Pencapaian Akademis Siswa dari Kelompok yyang Kurang Terwakili
Seandainya siswa dari kelompok yang kurang terwakili mempuyai pencapaian dengan tingkat yang sama dengan keturunan Eropa dan Asia mungkin akan terdapat sedikit kekhawatiran akan perbedaan kelompok etnis di sekolah A.S sayangnya mereka tidak mengalami. Dalam hampir setiap ujian pencapaian akademis siswa ketuurunan Aferika Latin dan pribumi memeoleh nilai yang jauh rendah dari pada teman kelas mereka keturunan Eropa dan Asia.
Kesenjangan pencapaian antara anak-anak keturunan Aferika latin dan kulit putih mungkin saja menyempit tetapi hampir tidak begitu cepat. Selama tahun 1970-an terjadi pengurangan besar-besaran tetapi sejak awal pelajaran membaca maupun matematika menurut National Assessment of Educational Progress ( NAEP ) 2003.
Mengapa Pencapaian Siswa dari Kelompok yang Kurang Terwakili Tertinggal ?
Mengapa banyak siswa dari kelompok yang kurang terwakili memeoleh nilai yang begitu jauh di bawah keturunan Eropa dan banyak Asia dalam ujian pencapaian? Alasannya meliputi ekonomi masyarakat keluarga dan budaya dan juga tanggapan tidak memadai oleh sekolah ( Chatterji, 2006, Gallimore dan goldenberg 2001, Ladson-Billings, 2006, Okagaki 2001, Parkay, 2006 ). Alasan terpenting ialah bahwa dalam masyarakat kita keturunan Aferika latin ( khususnys Mesiko dan Puerto Rico ). Dan pribumi cenderung menempati tangga yang lebih rendah dalam jenjang sosialekonomi.
Mengapa banyak siswa dari kelompok yang kurang terwakili memeoleh nilai yang begitu jauh di bawah keturunan Eropa dan banyak Asia dalam ujian pencapaian? Alasannya meliputi ekonomi masyarakat keluarga dan budaya dan juga tanggapan tidak memadai oleh sekolah ( Chatterji, 2006, Gallimore dan goldenberg 2001, Ladson-Billings, 2006, Okagaki 2001, Parkay, 2006 ). Alasan terpenting ialah bahwa dalam masyarakat kita keturunan Aferika latin ( khususnys Mesiko dan Puerto Rico ). Dan pribumi cenderung menempati tangga yang lebih rendah dalam jenjang sosialekonomi.
Dampak Desegrasi Sekolah
Desegrasi sekolah di andaikan akan meningkatkan pencapaian akademis siswa berpenghasilan rendah dari kelompok yang kurang terwakili dengan memberikan mereka kesempatan berinteraksi dengan lebih banyak teman sebaya kelas menengah yang berorientasi pencapaian. Salah satu hasil penting desegrasi adalah bahwa siswa yang menghdiri sekolah yang disegrasi lebih mungkin melanjutkan ke perguruan tinggi yang tersegrasi, bekerja dalam suasana terintegrasi, dan memperoleh penghasilan yang lebih tinggi daripada teman mereka yang menghadiri sekolh yang tersegrasi (Schofield, 1995, Wells and Crain, 1994)
Desegrasi sekolah di andaikan akan meningkatkan pencapaian akademis siswa berpenghasilan rendah dari kelompok yang kurang terwakili dengan memberikan mereka kesempatan berinteraksi dengan lebih banyak teman sebaya kelas menengah yang berorientasi pencapaian. Salah satu hasil penting desegrasi adalah bahwa siswa yang menghdiri sekolah yang disegrasi lebih mungkin melanjutkan ke perguruan tinggi yang tersegrasi, bekerja dalam suasana terintegrasi, dan memperoleh penghasilan yang lebih tinggi daripada teman mereka yang menghadiri sekolh yang tersegrasi (Schofield, 1995, Wells and Crain, 1994)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar