Kamis, 09 April 2020

RESUME 5 ARTIKEL TENTANG HYPERMEDIA


RESUME 5 ARTIKEL TENTANG HYPERMEDIA

I KETUT ANDIKA PRADNYANA
 

1.      Judul Artikel   : Pengaruh Hypermedia Terhadap Peningkatan
Kemampuan Berfikir Kreatif Mahasiswa dalam Pembelajaran  Rangkaian Listrik Arus Searah
Penulis             : Sarintan N Kaharu
Resume           :
Tuntutan dunia pendidikan terhadap pemanfaatan media, metode dan materi pendidikan yang interaktif dan komprehensif di era teknologi informasi terus berkembang secara dinamis sehingga para praktisi pendidikan menciptakan metode-metode belajar yang baru yang dikombinasikan dengan pemanfaatan media interaktif. Salah satu media yang dapat dikembangkan adalah media pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai keunggulan yang dimiliki oleh teknologi komputer. Berbagai keunggulan dari komputer dapat dimanfaatkan guru atau dosen untuk membantu mahasiswa dalam memahami konsep-konsep fisika yang bersifat abstrak. Proses tersebut dapat didukung oleh pembelajaran yang berbasis  hypermedia.  Istilah  hypermedia dalam ilmu komputer, merupakan suatu sistem pengintegrasian grafik, bunyi, video dan animasi kedalam satu dokumen atau file yang dihubungkan oleh suatu sistem yang disebut hyperlink yang  menghubungkannya ke file-file yang terkait.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Pengambilan sampel ditentukan secara purposive sampling oleh peneliti dengan memilih dua kelas tertentu sebagai kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil dari pembelajaran menggunakan hypermedia pada dasarnya merupakan pembelajaran yang  dapat meningkatkan motivasi, membantu dan memudahkan mahasiswa dalam memahami konsep rangkaian listrik arus searah,  menyenangkan, memudahkan mahasiswa dalam memahami contoh soal dan mengerjakan latihan di LKM.



2.      Judul Artikel               : Pemanfaatan Hypertext Dalam Pembelajaran
            Penulis                         : Rufman Iman Akbar
            Resume                       :
Pada proses pembelajaran, seringkali guru merasakan ada sebagian siswa yang masih sangat kurang pada materi-materi tertentu sedangkan sebagian lainnya sudah sangat menguasai materi tersebut. Dengan adanya permasalahan ini, sering terlihat adanya ketimpangan hasil yang cukup tinggi dalam nilai ujian atau evaluasi. Beberapa siswa bisa memiliki nilai cukup tinggi, sedangkan sebagian lainnya sangat rendah. Untuk lebih efisien, materi ini dapat didistribusikan dalam bentuk elektronik file (misalnya hypertext format). Jika siswa merasa kurang dalam bagian materi tersebut, maka siswa yang bersangkutan bisa mengunjungi halaman tersebut untuk pendalaman atau pemerkayaan pengetahuannya.
Penelitian ini adalah penelitian tindakan yang bersifat kualitatif, sebeb penelitian ini mengacu pada penemuan konteks, yang mengharapkan penemuan sesuatu yang nantinya bisa menjadi hipotesis dalam penelitian-penelitian selanjutnya. Penelitian ini akan terfokus pada interaksi antara siswa dengan media hypertext, dimana hypertext ini akan disusun oleh guru yang bersangkutan didalam suatu tim berdasarkan materi ajar dalam batasan standar kompetensi serta kompetensi dasar dan dengan menggunakan metode Hypertext Design Model.
Hasil dari penelitian ini yaitu Sistem disain hypertext sangat sesuai dengan konteks KTSP, dimana guru diminta untuk mengembangkan materi pembelejaran berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dari masing-masing mata pelajaran. Penggunaan hypertext ini juga sangat mendukung paham konstruktivis dalam pembelajaran. Selain itu, konsep ini juga didukung teori fleksibilitas kognitif dalam pembelajaran. Penggunaan hypertext ini bias sejalan dengan penggunaan Buku Sekolah Elektronik dari Diknas, atau bahkan jika dibuat cukup lengkap dapat menggantikan Buku Sekolah Elektronik. 





3.      Judul Artikel               : Pengaruh Integrasi Hypermedia dalam Strategi
Siklus Belajar terhadap Pemahaman Konsep Kimia pada Siswa SMP
            Penulis                         : I Made Kirna
            Resume                       :
Penelitian tentang siklus belajar telah banyak dilakukan pada berbagai bidang ilmu dan tingkatan pebelajar. Temuan sejumlah penelitian memperlihatkan bahwa siklus belajar unggul dalam mengelola pembelajaran sains, baik dalam peningkatan sikap terhadap sains, prestasi belajar, maupun keterampilan berpikir. Banyak penelitian melaporkan bahwa kimia termasuk pelajaran yang sulit. Sebagian besar konsep kimia mempunyai sifat abstraksi yang tinggi karena kimia adalah ilmu pengetahuan submikroskopi. Idealnya, penerapan siklus belajar menuntut kerja ilmiah (praktikum), dimana siswa secara aktif melakukan investigasi fenomena real. Kegiatan praktikum dalam pembelajaran kimia tidak bisa dilepaskan dari kesediaan alat dan bahan, serta berkonskwensi terhadap waktu yang cukup termasuk dalam persiapannya. Untuk itu, pengkajian tentang alternatif lain dalam mengelola siklus belajar, khususnya kimia, sangat penting dilakukan, dan ini adalah salah satu tugas dari teknologi pembelajaran. Beberapa keunggulan penggunaan media berbasis komputer dalam pembelajaran menggunakan pendekatan inkuiri, yaitu: (1) eksperimentasi bisa lebih cepat, (2) desain eksperimen bisa lebih kompleks, dan (3) lebih fokus pada aspek teori. Kemajuan teknologi multimedia, hypermedia, memberikan kemudahan dalam mendesain visualisasi yang mensinkronisasi kajian makroskopis (fenomena kimia yang nyata) dengan kajian submikroskopis yang bersifat dinamik. Potensi yang dimiliki oleh hypermedia sulit tergantikan dengan media lain dalam mendukung pembelajaran kimia yang menekankan pada aspek submikroskopis terintegrasi dengan kajian makroskopis dan simbolik.
Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu pretest-posttest nonequivalent control group design versi faktorial 2x2. Variabel bebas penelitian ini adalah strategi penyampaian siklus belajar tiga fase yang terdiri dari dua dimensi, yaitu: (1) strategi penyampaian siklus belajar menggunakan hypermedia (SB-Hypermedia) dan (2) strategi penyampaian siklus belajar yang tidak menggunakan hypermedia atau menggunakan media konvensional (SB-Nonhypermedia).
Hasil dari penelitian ini yaitu Pemahaman konsep kimia siswa SMP yang memperoleh strategi penyampaian siklus belajar menggunakan hypermedia lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan nonhypermedia. Pembelajaran menggunakan hypermedia unggul dalam
meningkatkan pemahaman konsep kimia pada aspek submikroskopis melalui visualisasi kajian submikroskopis yang diitegrasikan dengan visualisasi makroskopis. Dilihat dari gaya belajar siswa, pemanfaatan hypermedia dalam strategi siklus belajar adalah superior bagi kelompok siswa visual dan tidak menghambat belajar bagi kelompok siswa verbal. Hasil ini menegaskan bahwa penggunaan visualisasi atau gambar mempunyai pengaruh yang kuat dalam pembelajaran pemahaman konsep kimia bagi siswa SMP yang belum memiliki kematangan berpikir operasional formal.

4.      Judul Artikel               : Penggunaan Model Pembelajaran Hypertext Dan
Hypermedia Dengan Blended Learning Terhadap Hasil Belajar
            Penulis                         : Samsul Susilawati
            Resume                       :
Bentuk pemanfaatan TIK yang mutakhir dalam pembelajaran adalah proses pembelajaran maya atau yang dikenal dengan istilah virtual learning (dikenal juga sebagai e-learning). Proses pembelajaran maya terjadi pada kelas maya (virtual classroom) dan atau universitas maya (virtual university) yang berada dalam cyberspace (dunia cyber) melalui jaringan internet. Ketika mengajarkan suatu mata pelajaran tertentu, materi dapat didistribusikan dalam bentuk hypertext dan hypermedia. Jika si belajar merasa kurang dalam bagian materi tersebut, maka si belajar yang bersangkutan bisa mengunjungi halaman tersebut untuk pendalaman atau pemerkayaan pengetahuannya. Bentuk pembelajaran model blended ini, mampu mengkombinasikan interaksi personal dalam pertemuan di kelas secara langsung dengan pendidikan online yang mempunyai fleksibilitas belajar yang tinggi.
Pertama, dalam keberhasilan penerapan metode pembelajaran  Hypertex dan Hypermedia melalui Blended Learning  pada mata pelajaran IPS terpadu tidak terlepas dari adanya pandangan konstruktivisme dan prinsip pembelajaran demokrasi dalam metode ini sehingga pembelajaran berlangsung tidak kaku akan tetapi penuh kesepakatan.
Kedua, aktivitas siswa dalam pembelajaran metode Hypertex dan Hypermedia melalui Blended Learning  dengan membagi sub topik kepada seluruh anggota. Kemudian membuat perencanaan dari masalah yang akan diteliti, bagaimana proses dan sumber apa yang akan dipakai. Siswa mengumpulkan, menganalisis, dan mengevaluasi informasi, membuat kesimpulan dan mengaplikasikan bagian mereka ke dalam pengetahuan baru dalam mencapai solusi masalah kelompok. Terakhir para siswa mempresentasikan hasil kerjanya dan  kelompok lain tetap mengikutinya. 
Ketiga, keterampilan kooperatif siswa dalam metode Hypertex dan Hypermedia melalui Blended Learning  pada mata pelajaran IPS terpadu sama-sama melakukan proses belajar tersebut dengan penuh bermakna, karena tidak saja terkait dengan ketercapaian materi belajar, namun siswa juga belajar mengoperasikan computer dengan baik dan hidup sosial ketika melakukan diskusi kelompok.

5.      Judul Artikel               : The Development of Physics Learning Instrument
Based on Hypermedia and Its Influence on the Student Problem Solving Skill
            Penulis                         : Bunga Dara Amin, Alimuddin Mahmud, Muris
            Resume                       :
proses pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir, keterampilan kerja, sikap ilmiah, keterampilan komunikasi, dan sikap ilmiah sebagai aspek keterampilan hidup. Namun, keterampilan berpikir siswa di banyak sekolah menengah di Indonesia jauh tertinggal dari negara lain. Oleh karena itu, untuk mengembangkan keterampilan berpikir sebagai salah satu kompetensi utama yang penting untuk membangun pilar pembelajaran yang berharga demi kualitas pendidikan. Hasil penelitian awal menyiratkan bahwa pembelajaran fisika belum mampu mengembangkan keterampilan berpikir yang lebih tinggi. Keterampilan ini dalam bentuk pemikiran kritis dan kreatif serta pemecahan masalah dapat dicapai melalui latihan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memudahkan kegiatan komunikasi. Ini dapat berkontribusi pada perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang juga mempengaruhi sektor pendidikan. Teknologi informasi dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Metode dalam penelitian ini yaitu menggunakan model pengembangan (R&D) studi tentang hypermedia dan implementasinya di kelas. Model ini terdiri dari 4 tahap, yaitu mendefinisikan, mendesain, mengembangkan, dan menyebarluaskan. Hasil penelitian ini yaitu Alat pembelajaran berdasarkan hypermedia berada dalam kategori Valid dan dapat diandalkan yang memotivasi siswa untuk berpartisipasi dalam proses pembelajaran, Menarik yang mengundang siswa untuk melakukan simulasi virtual,  Praktis yang menyediakan kebutuhan siswa untuk memahami masalah dan tema.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengajar Mahasiswa S1 Kebidanan

I explain about website and the use of website as personal branding doc. Andika Pradnyana (2025)