RESUME
5 ARTIKEL TENTANG HYPERMEDIA
I KETUT ANDIKA PRADNYANA
1. Judul
Artikel : Pengaruh Hypermedia Terhadap
Peningkatan
Kemampuan Berfikir Kreatif
Mahasiswa dalam Pembelajaran Rangkaian
Listrik Arus Searah
Penulis : Sarintan N Kaharu
Resume :
Tuntutan dunia
pendidikan terhadap pemanfaatan media, metode dan materi pendidikan yang
interaktif dan komprehensif di era teknologi informasi terus berkembang secara
dinamis sehingga para praktisi pendidikan menciptakan metode-metode belajar
yang baru yang dikombinasikan dengan pemanfaatan media interaktif. Salah satu
media yang dapat dikembangkan adalah media pembelajaran dengan memanfaatkan
berbagai keunggulan yang dimiliki oleh teknologi komputer. Berbagai keunggulan
dari komputer dapat dimanfaatkan guru atau dosen untuk membantu mahasiswa dalam
memahami konsep-konsep fisika yang bersifat abstrak. Proses tersebut dapat
didukung oleh pembelajaran yang berbasis
hypermedia. Istilah hypermedia dalam ilmu komputer, merupakan
suatu sistem pengintegrasian grafik, bunyi, video dan animasi kedalam satu dokumen
atau file yang dihubungkan oleh suatu sistem yang disebut hyperlink yang menghubungkannya ke file-file yang terkait.
Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Pengambilan
sampel ditentukan secara purposive sampling oleh peneliti dengan memilih dua
kelas tertentu sebagai kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil dari pembelajaran
menggunakan hypermedia pada dasarnya merupakan pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi, membantu dan
memudahkan mahasiswa dalam memahami konsep rangkaian listrik arus searah, menyenangkan, memudahkan mahasiswa dalam
memahami contoh soal dan mengerjakan latihan di LKM.
2.
Judul Artikel : Pemanfaatan Hypertext Dalam Pembelajaran
Penulis : Rufman Iman Akbar
Resume :
Pada proses
pembelajaran, seringkali guru merasakan ada sebagian siswa yang masih sangat
kurang pada materi-materi tertentu sedangkan sebagian lainnya sudah sangat
menguasai materi tersebut. Dengan adanya permasalahan ini, sering terlihat
adanya ketimpangan hasil yang cukup tinggi dalam nilai ujian atau evaluasi.
Beberapa siswa bisa memiliki nilai cukup tinggi, sedangkan sebagian lainnya
sangat rendah. Untuk lebih efisien, materi ini dapat didistribusikan dalam
bentuk elektronik file (misalnya hypertext format). Jika siswa merasa kurang
dalam bagian materi tersebut, maka siswa yang bersangkutan bisa mengunjungi
halaman tersebut untuk pendalaman atau pemerkayaan pengetahuannya.
Penelitian ini adalah
penelitian tindakan yang bersifat kualitatif, sebeb penelitian ini mengacu pada
penemuan konteks, yang mengharapkan penemuan sesuatu yang nantinya bisa menjadi
hipotesis dalam penelitian-penelitian selanjutnya. Penelitian ini akan terfokus
pada interaksi antara siswa dengan media hypertext, dimana hypertext ini akan
disusun oleh guru yang bersangkutan didalam suatu tim berdasarkan materi ajar
dalam batasan standar kompetensi serta kompetensi dasar dan dengan menggunakan
metode Hypertext Design Model.
Hasil dari penelitian
ini yaitu Sistem disain hypertext sangat sesuai dengan konteks KTSP, dimana
guru diminta untuk mengembangkan materi pembelejaran berdasarkan Standar
Kompetensi dan Kompetensi Dasar dari masing-masing mata pelajaran. Penggunaan
hypertext ini juga sangat mendukung paham konstruktivis dalam pembelajaran.
Selain itu, konsep ini juga didukung teori fleksibilitas kognitif dalam
pembelajaran. Penggunaan hypertext ini bias sejalan dengan penggunaan Buku
Sekolah Elektronik dari Diknas, atau bahkan jika dibuat cukup lengkap dapat
menggantikan Buku Sekolah Elektronik.
3.
Judul Artikel : Pengaruh Integrasi Hypermedia dalam Strategi
Siklus Belajar terhadap Pemahaman
Konsep Kimia pada Siswa SMP
Penulis : I Made Kirna
Resume :
Penelitian tentang
siklus belajar telah banyak dilakukan pada berbagai bidang ilmu dan tingkatan
pebelajar. Temuan sejumlah penelitian memperlihatkan bahwa siklus belajar
unggul dalam mengelola pembelajaran sains, baik dalam peningkatan sikap
terhadap sains, prestasi belajar, maupun keterampilan berpikir. Banyak
penelitian melaporkan bahwa kimia termasuk pelajaran yang sulit. Sebagian besar
konsep kimia mempunyai sifat abstraksi yang tinggi karena kimia adalah ilmu
pengetahuan submikroskopi. Idealnya, penerapan siklus belajar menuntut kerja
ilmiah (praktikum), dimana siswa secara aktif melakukan investigasi fenomena
real. Kegiatan praktikum dalam pembelajaran kimia tidak bisa dilepaskan dari
kesediaan alat dan bahan, serta berkonskwensi terhadap waktu yang cukup
termasuk dalam persiapannya. Untuk itu, pengkajian tentang alternatif lain
dalam mengelola siklus belajar, khususnya kimia, sangat penting dilakukan, dan
ini adalah salah satu tugas dari teknologi pembelajaran. Beberapa keunggulan
penggunaan media berbasis komputer dalam pembelajaran menggunakan pendekatan
inkuiri, yaitu: (1) eksperimentasi bisa lebih cepat, (2) desain eksperimen bisa
lebih kompleks, dan (3) lebih fokus pada aspek teori. Kemajuan teknologi
multimedia, hypermedia, memberikan kemudahan dalam mendesain visualisasi yang
mensinkronisasi kajian makroskopis (fenomena kimia yang nyata) dengan kajian
submikroskopis yang bersifat dinamik. Potensi yang dimiliki oleh hypermedia
sulit tergantikan dengan media lain dalam mendukung pembelajaran kimia yang
menekankan pada aspek submikroskopis terintegrasi dengan kajian makroskopis dan
simbolik.
Penelitian ini
menggunakan desain eksperimen semu pretest-posttest nonequivalent control group
design versi faktorial 2x2. Variabel bebas penelitian ini adalah strategi
penyampaian siklus belajar tiga fase yang terdiri dari dua dimensi, yaitu: (1)
strategi penyampaian siklus belajar menggunakan hypermedia (SB-Hypermedia) dan
(2) strategi penyampaian siklus belajar yang tidak menggunakan hypermedia atau
menggunakan media konvensional (SB-Nonhypermedia).
Hasil dari penelitian
ini yaitu Pemahaman konsep kimia siswa SMP yang memperoleh strategi penyampaian
siklus belajar menggunakan hypermedia lebih tinggi dibandingkan dengan yang
menggunakan nonhypermedia. Pembelajaran menggunakan hypermedia unggul dalam
meningkatkan pemahaman
konsep kimia pada aspek submikroskopis melalui visualisasi kajian
submikroskopis yang diitegrasikan dengan visualisasi makroskopis. Dilihat dari
gaya belajar siswa, pemanfaatan hypermedia dalam strategi siklus belajar adalah
superior bagi kelompok siswa visual dan tidak menghambat belajar bagi kelompok
siswa verbal. Hasil ini menegaskan bahwa penggunaan visualisasi atau gambar
mempunyai pengaruh yang kuat dalam pembelajaran pemahaman konsep kimia bagi
siswa SMP yang belum memiliki kematangan berpikir operasional formal.
4.
Judul Artikel : Penggunaan Model Pembelajaran Hypertext Dan
Hypermedia Dengan Blended Learning
Terhadap Hasil Belajar
Penulis : Samsul Susilawati
Resume :
Bentuk pemanfaatan TIK
yang mutakhir dalam pembelajaran adalah proses pembelajaran maya atau yang
dikenal dengan istilah virtual learning (dikenal juga sebagai e-learning).
Proses pembelajaran maya terjadi pada kelas maya (virtual classroom) dan atau
universitas maya (virtual university) yang berada dalam cyberspace (dunia
cyber) melalui jaringan internet. Ketika mengajarkan suatu mata pelajaran
tertentu, materi dapat didistribusikan dalam bentuk hypertext dan hypermedia.
Jika si belajar merasa kurang dalam bagian materi tersebut, maka si belajar
yang bersangkutan bisa mengunjungi halaman tersebut untuk pendalaman atau
pemerkayaan pengetahuannya. Bentuk pembelajaran model blended ini, mampu
mengkombinasikan interaksi personal dalam pertemuan di kelas secara langsung
dengan pendidikan online yang mempunyai fleksibilitas belajar yang tinggi.
Pertama, dalam
keberhasilan penerapan metode pembelajaran
Hypertex dan Hypermedia melalui Blended Learning pada mata pelajaran IPS terpadu tidak
terlepas dari adanya pandangan konstruktivisme dan prinsip pembelajaran
demokrasi dalam metode ini sehingga pembelajaran berlangsung tidak kaku akan
tetapi penuh kesepakatan.
Kedua, aktivitas siswa
dalam pembelajaran metode Hypertex dan Hypermedia melalui Blended Learning dengan membagi sub topik kepada seluruh
anggota. Kemudian membuat perencanaan dari masalah yang akan diteliti,
bagaimana proses dan sumber apa yang akan dipakai. Siswa mengumpulkan,
menganalisis, dan mengevaluasi informasi, membuat kesimpulan dan
mengaplikasikan bagian mereka ke dalam pengetahuan baru dalam mencapai solusi masalah
kelompok. Terakhir para siswa mempresentasikan hasil kerjanya dan kelompok lain tetap mengikutinya.
Ketiga, keterampilan
kooperatif siswa dalam metode Hypertex dan Hypermedia melalui Blended
Learning pada mata pelajaran IPS terpadu
sama-sama melakukan proses belajar tersebut dengan penuh bermakna, karena tidak
saja terkait dengan ketercapaian materi belajar, namun siswa juga belajar
mengoperasikan computer dengan baik dan hidup sosial ketika melakukan diskusi
kelompok.
5.
Judul Artikel : The Development of Physics Learning Instrument
Based on Hypermedia and Its
Influence on the Student Problem Solving Skill
Penulis : Bunga Dara Amin, Alimuddin
Mahmud, Muris
Resume :
proses pembelajaran
yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir, keterampilan kerja,
sikap ilmiah, keterampilan komunikasi, dan sikap ilmiah sebagai aspek
keterampilan hidup. Namun, keterampilan berpikir siswa di banyak sekolah
menengah di Indonesia jauh tertinggal dari negara lain. Oleh karena itu, untuk
mengembangkan keterampilan berpikir sebagai salah satu kompetensi utama yang
penting untuk membangun pilar pembelajaran yang berharga demi kualitas
pendidikan. Hasil penelitian awal menyiratkan bahwa pembelajaran fisika belum
mampu mengembangkan keterampilan berpikir yang lebih tinggi. Keterampilan ini
dalam bentuk pemikiran kritis dan kreatif serta pemecahan masalah dapat dicapai
melalui latihan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memudahkan
kegiatan komunikasi. Ini dapat berkontribusi pada perkembangan pesat teknologi
informasi dan komunikasi (TIK) yang juga mempengaruhi sektor pendidikan.
Teknologi informasi dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Metode dalam penelitian
ini yaitu menggunakan model pengembangan (R&D) studi tentang hypermedia dan
implementasinya di kelas. Model ini terdiri dari 4 tahap, yaitu mendefinisikan,
mendesain, mengembangkan, dan menyebarluaskan. Hasil penelitian ini yaitu Alat
pembelajaran berdasarkan hypermedia berada dalam kategori Valid dan dapat
diandalkan yang memotivasi siswa untuk berpartisipasi dalam proses pembelajaran,
Menarik yang mengundang siswa untuk melakukan simulasi virtual, Praktis yang menyediakan kebutuhan siswa untuk
memahami masalah dan tema.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar