LATAR
BELAKANG :
Anggaran yang
diterapkan oleh beberapa
perhotelan di Turki adalah anggaran tradisional, meskipun sampai saat ini masih menjadi perdebatan
tentang penggunaan anggaran tradisional. Para pendukung anggaran tradisional
menyatakan bahwa harus terus digunakan, sedangkan di pihak lain mengklaim bahwa
hal itu harus dihilangkan sama sekali, atau ditransformasikan ke pendekatan
penganggaran baru seperti penganggaran yang lebih baik dan di luar pendekatan
penganggaran. Pentingnya penganggaran sebagai proses mengalokasikan sumber daya
keuangan organisasi ke unit, aktivitas, dan investasinya dapat mengoordinasikan
anggaran sebagai ekspresi kuantitatif dari rencana tindakan. Meskipun,
penganggaran telah menjadi salah satu subjek yang sering dipelajari oleh
akademisi karena pentingnya bagi praktisi, menurut pendapat penulis, perlu
diselidiki lebih luas tentang akuntansi manajemen, terutama pada penganggaran
dan perkiraan di industri perhotelan. Selain itu kurangnya penelitian yang
berhubungan dengan anggaran dalam industri perhotelan di negara-negara
berkembang. Oleh karena itu perlu dilakukan tinjauan kembali tentang model
anggaran yang lebih komprehensif tentang penganggaran dalam
hotel-hotel di Turki.
HASIL
:
Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa memiliki komite anggaran dan manual anggaran umum untuk hotel Turki. Mereka
yang tidak memiliki manual anggaran dan komite disarankan untuk memilikinya,
karena ini sangat penting untuk perencanaan dan pelaksanaan proses penganggaran
secara efektif. Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa perbedaan persiapan
anggaran hotel-hotel Inggris dengan Turki. Perbedaan ini dapat disebabkan oleh
beberapa faktor seperti ukuran hotel, kompleksitas operasi, ketidakpastian,
koordinasi dan komunikasi antar departemen, dan sebagainya serta penggunaan
pendekatan antara top-down, bottom-up,
dan kombinasi tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, oleh karena itu,
kita dapat menyimpulkan bahwa hotel-hotel Turki menghargai pendekatan
partisipatif dalam perencanaan anggaran. Dari temuan ini, kita dapat mengatakan
bahwa manajer hotel mengejar tujuan keuangan terutama dari penganggaran
daripada perencanaan, koordinasi, komunikasi, evaluasi kinerja, atau motivasi juga
menemukan bahwa alasan paling penting dari industri klub dan industri
perhotelan untuk menyiapkan anggaran operasional adalah untuk tujuan
pengendalian. Secara keseluruhan, temuan ini menyiratkan bahwa hotel-hotel
Turki menerapkan praktik penganggaran yang sejajar dengan implementasi hotel di
negara-negara maju dalam banyak aspek. Namun, mereka perlu meningkatkan proses
penganggaran dalam beberapa aspek.
KEKURANGAN
:
Pada penelitian ini
telah memberikan informasi yang luas dari aspek penganggaran. Namun ada
beberapa hal yang menurut saya masih kurang dalam penelitian ini yaitu
kurangnya penjelasan terkait dengan pertentangan antara penggunaan penganggaran
tradisional dengan penggunaan penganggaran yang dikatakan lebih efektif. Selain
itu data yang ditampilkan tidak general keseluruhan hotel sehingga generalisasi
dalam penelitian ini masih kurang. Dan yang terakhir adalah kurangnya informasi
terkait dengan praktik penganggaran hotel berbintang rendah padahal itu menjadi
topic yang diangkat dalam judul.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar